Bapaklopedia

Berawal Cupcake, Berujung Amerika

tampilan cupcakes penuh hiasan yang muncul pertyama kali di Amerika

Cupcake berawal pada abad ke-19 di Amerika Serikat. Pada awalnya, istilah “cupcake” merujuk pada kue yang diukur bahan-bahannya menggunakan cangkir atau gelas, bukan dengan timbangan. Cupcake modern yang kita kenal hari ini mulai muncul pada awal abad ke-20 bersamaan dengan penggunaan bahan-bahan seperti baking powder sebagai metode mengembangkan adonan.

Untuk tahu lebih banyak tentang kue manis satu ini, kita mesti mesti menyusuri abad ke-19, di mana industri roti dan bakery di Amerika mengalami perkembangan yang signifikan. Beberapa perkembangan utama melibatkan perubahan dalam teknologi, bahan baku, dan gaya hidup masyarakat. Berikut adalah beberapa aspek perkembangan produk bakery di Amerika pada abad ke-19:

  1. Penggunaan Baking Powder:
    • Penggunaan baking powder mulai populer, menggantikan ragi sebagai agen pengembang. Ini membuat proses pembuatan roti menjadi lebih cepat dan mudah.
  2. Perubahan Teknologi Oven:
    • Penggunaan oven yang lebih efisien dan inovatif membantu meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk.
  3. Pertumbuhan Pabrik Bakery:
    • Munculnya pabrik bakery besar membawa produksi roti ke skala yang lebih besar dan memungkinkan distribusi ke wilayah yang lebih luas.
  4. Pengenalan Produk Baru:
    • Munculnya berbagai jenis roti dan produk bakery baru, termasuk berbagai jenis kue dan pastry, menggambarkan variasi selera dan permintaan konsumen yang berkembang.
  5. Pertumbuhan Ketenagakerjaan:
    • Pertumbuhan kota-kota besar dan urbanisasi menyebabkan peningkatan permintaan akan produk roti dan kue, memicu pembukaan lebih banyak toko roti dan bakery.
  6. Perubahan dalam Gaya Hidup:
    • Perubahan dalam pola makan dan gaya hidup masyarakat Amerika, terutama di perkotaan, mendorong permintaan akan produk bakery yang praktis dan siap saji.
  7. Pengaruh Imigran:
    • Masuknya imigran Eropa membawa tradisi roti dan pastry mereka sendiri, memperkaya ragam produk bakery yang tersedia di Amerika.

Perkembangan ini menciptakan fondasi bagi industri bakery modern di Amerika dan membentuk kebiasaan konsumsi masyarakat terhadap produk roti dan kue.

Baca juga: Tiga Bintang Michelin untuk Clare Smyth

Temuan dan Pencatatan Munculnya Cupcakes

Istilah “cup cake” muncul kali pertama pada tahun 1828 di buku resep masakan Seventy-five Receipts for Pastry, Cakes, and Sweetmeats karangan Eliza Lezlie. Buku setebal 102 halaman ini dianggap sebagai buku resep yang menampilkan bagaimana cupcakes dibuat dengan bahan-bahan yang kita akrabi sekarang. Dulunya, cupcakes dibuat tidak dengan wadah kertas roti, melainkan diwadahi cangkir porselin atau beberapa orang menggunakan ramekin.

Membicarakan bagaimana cupcake ditemukan, kita tidak bisa meniriskan sejarah yang mencatat nama Amelia Simmon. Dialah sosok yang menerbitkan buku American Cookery. Dalam buku tersebut, meski tidak secara langsung menyebut kata cupcake, Simmon menuliskan resep kue dengan bahan-bahan yang kelak menjadi adonan bahan cupcake.

Buku tersebut terbit pada tahun 1796. Ia dianggap oleh para peneliti sejarah gastronomi sebagai buku resep masakan Amerika pertama ditulis oleh seorang Amerika. Berisi 119 resep beraneka resep hidangan dari pembuka sampai hidangan penutup, dalam buku tersebut Simmon seolah sedang mengawinkan antara gaya masakan Inggris dengan gaya Amerika. Yang menarik lagi, buku Simmon ini dibaca sebagai penanda kemerdekaan Amerika dari kolonisasi Inggris. Sejauh catatan sejarah, sebelum American Cookery terbit, di Amerika yang ada adalah buku-buku resep masakan dari pengarang Britania.

Resep Dasar Pembuatan Cupcakes

Latar belakang dan sejarah cupcake sudah kita kupas, tak afdol rasanya jika kita tidak sekalian tahu apa dan bagaimana cupcake dibuat. Satu hal saja yang mencirikan pembuatan cupcake, adalah kita tidak perlu menakar bahan-bahan seperti tepung, telur, gula dan mentega menggunakan timbangan.

Bahan:

  • 1 1/2 cangkir tepung terigu serba guna
  • 1 1/2 sendok teh bubuk pengembang
  • 1/4 sendok teh garam
  • 1/2 cangkir mentega, suhu ruang
  • 1 cangkir gula pasir
  • 2 butir telur, suhu ruang
  • 2 sendok teh ekstrak vanila
  • 3/4 cangkir susu

Langkah-langkah:

  1. Panaskan oven hingga 175°C. Siapkan loyang cupcake dengan meletakkan kertas cupcake di dalamnya.
  2. Campur tepung terigu, bubuk pengembang, dan garam dalam mangkuk. Sisihkan.
  3. Kocok mentega dan gula hingga lembut dan berwarna ringan. Tambahkan telur satu per satu, kocok setiap tambahan hingga tercampur rata. Tambahkan ekstrak vanila.
  4. Secara bertahap, masukkan campuran tepung ke dalam campuran mentega, bergantian dengan susu. Mulai dan selesaikan dengan campuran tepung.
  5. Bagi adonan ke dalam kertas cupcake, isi setiap cangkir hingga 2/3 penuh.
  6. Panggang di oven yang telah dipanaskan selama 18-20 menit atau hingga tusuk gigi yang dimasukkan ke dalam tengah cupcake keluar bersih.
  7. Dinginkan cupcakes di dalam loyang selama beberapa menit, kemudian pindahkan ke rak pendingin.

Setelah itu, Anda bisa menghias cupcakes sesuai selera. Nikmati cupcakes yang lezat!

Bapaklopedia

Segalanya Tentang Kemiri

Kegunaan kemiri
Kemiri ini telah dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat pribumi untuk keperluan pangan, obat-obatan, dan bahan bakar.

Nama latin dari kemiri adalah Aleurites moluccanus. Kemiri, yang juga dikenal sebagai buah candlenut karena kandungan minyaknya adalah tanaman yang berasal dari wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Buah kemiri mengandung minyak yang kaya akan asam lemak, terutama asam oleat dan linoleat. Minyak kemiri ini sering digunakan dalam masakan tradisional di berbagai negara, terutama di Indonesia, kepulauan Hawai, Malaysia, dan Filipina.

Sejak zaman dahulu, kemiri telah menjadi bagian integral dari berbagai hidangan Asia Tenggara, khususnya dalam pembuatan sambal, rendang, soto, bacem dan berbagai masakan khas. Selain digunakan sebagai bahan masakan, minyak kemiri juga memiliki kegunaan dalam produk perawatan rambut dan kulit.

Sejarah kemiri dapat ditelusuri hingga zaman pra-sejarah di kawasan Asia Tenggara. Tanaman ini telah dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat pribumi untuk keperluan pangan, obat-obatan, dan bahan bakar. Seiring perkembangan waktu, kemiri menjadi semakin terkenal di berbagai negara sebagai bahan penting dalam kuliner dan industri kecantikan.

Jangan lupa baca: Segalanya Tentang Bawang Putih

Persebaran Kemiri pada Era Kolonialisme

Selama masa kolonial, perdagangan kemiri berkembang pesat di wilayah-wilayah di mana tanaman ini tumbuh secara alami, terutama di kepulauan Maluku (dahulu dikenal sebagai Kepulauan Banda) di Indonesia. Kemiri merupakan tanaman yang sangat penting dan menjadi objek perdagangan yang dicari oleh pedagang dari berbagai negara, terutama pada abad ke-16 hingga 18.

Berikut adalah beberapa informasi tentang perdagangan kemiri pada masa kolonial:

  1. Kontrol Kolonial oleh Belanda dan Portugis: Pada awal masa kolonial, kepulauan Maluku dikendalikan oleh Portugis dan kemudian diambil alih oleh Belanda pada abad ke-17. Kedua kekuatan kolonial ini bersaing untuk mengendalikan perdagangan rempah-rempah, termasuk kemiri.
  2. Monopoli Belanda: Belanda sangat tertarik pada kemiri karena nilai ekonomisnya yang tinggi. Mereka mencoba mengamankan monopoli perdagangan kemiri dengan cara mengendalikan produksi, distribusi, dan harga. Upaya ini terutama dilakukan melalui penanaman dan pemeliharaan tanaman kemiri di Maluku, serta melalui sistem monopoli dagang yang ketat.
  3. Perang Banda dan Monopoli Cengkih: Perang Banda (1621–1629) merupakan konflik penting di mana Belanda berusaha untuk mengamankan monopoli cengkih dan pala di Kepulauan Banda. Meskipun kemiri bukanlah objek utama dari perang ini, perdagangan kemiri turut terpengaruh oleh situasi ini.
  4. Ekspor ke Eropa: Kemiri diekspor ke Eropa, khususnya Belanda, di mana diolah dan digunakan dalam berbagai produk. Minyak kemiri digunakan dalam industri tekstil dan sabun, sementara bijinya digunakan sebagai bahan pewarna dan pelumas. Nilai kemiri terutama tinggi karena minyaknya yang kaya asam lemak.
  5. Perdagangan di Luar Nusantara: Selain diekspor ke Eropa, kemiri juga diperdagangkan ke berbagai wilayah di Asia. Pedagang dari Tiongkok, India, dan Timur Tengah membeli kemiri sebagai bagian dari jaringan perdagangan rempah-rempah yang luas.

Citarasa Kemiri dalam Masakan Asia

Buah kemiri memiliki peran penting dalam masakan tradisional Asia, terutama di wilayah Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Berikut adalah beberapa fungsi utama kemiri dalam masakan Asia:

  1. Memberikan Tekstur dan Rasa Kaya: Kemiri sering digunakan dalam bentuk pasta atau bubuk untuk memberikan tekstur kaya dan rasa khas pada hidangan. Pasta kemiri sering dicampur dengan bumbu lain untuk membuat saus atau bumbu yang khas.
  2. Sumber Minyak dan Lemak Sehat: Minyak yang diekstrak dari biji kemiri digunakan sebagai sumber minyak dan lemak sehat dalam masakan. Minyak ini memberikan cita rasa khusus pada hidangan dan melengkapi kekayaan rasa dari bumbu lainnya.
  3. Mengental dan Meningkatkan Aroma: Kemiri memiliki sifat pengental, sehingga sering digunakan untuk memberikan kekentalan pada saus dan masakan. Selain itu, kemiri juga dapat meningkatkan aroma makanan, memberikan sentuhan khas pada hidangan.
  4. Dasar untuk Rendang dan Masakan Khas: Dalam masakan Indonesia, kemiri sering digunakan sebagai salah satu bumbu dasar untuk masakan khas seperti rendang, sambal, dan berbagai hidangan khas daerah. Pasta kemiri atau bubuk kemiri menjadi bagian penting dari rempah-rempah yang digunakan dalam proses memasak.
  5. Penting dalam Masakan Khas Filipina: Di Filipina, kemiri sering digunakan dalam hidangan klasik seperti Kare-Kare, sebuah gulai daging yang kaya rasa. Kemiri memberikan tekstur dan rasa khas pada saus kacang yang menjadi ciri khas hidangan ini.

Penggunaan kemiri bervariasi tergantung pada resep dan tradisi masakan setiap daerah, namun, secara umum, kemiri adalah bumbu yang memberikan kontribusi signifikan pada kekayaan rasa dan aroma masakan Asia Tenggara.

Anda Boleh lho, baca: kisah Ratu Dapur Satu ini

Manfaat untuk Kesehatan

Selain digunakan untuk bumbu masakan, orang-orang percaya bahwa kemiri memiliki banyak faedah untuk kesehatan. Minyak kemiri dan biji kemiri memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan, terutama karena kandungan nutrisi yang kaya di dalamnya. Berikut adalah beberapa manfaat kemiri untuk kesehatan:

  1. Kesehatan Kulit: Minyak kemiri kaya akan asam lemak, terutama asam oleat dan linoleat, yang dapat membantu menjaga kelembapan kulit. Ini membuat minyak kemiri sering digunakan dalam produk perawatan kulit untuk mengatasi kulit kering dan mengurangi keriput.
  2. Rambut Sehat: Minyak kemiri juga bermanfaat untuk kesehatan rambut. Kandungan asam lemak dan vitamin E dapat membantu melembutkan rambut, mengurangi kerusakan, dan memberikan kilau alami.
  3. Antioksidan: Minyak kemiri mengandung vitamin E dan senyawa antioksidan lainnya, yang dapat membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Antioksidan ini dapat berkontribusi pada kesehatan umum dan membantu melawan penuaan sel.
  4. Antiinflamasi: Beberapa senyawa dalam kemiri memiliki sifat antiinflamasi, yang dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh. Ini dapat bermanfaat dalam mengurangi risiko penyakit inflamasi dan mengurangi gejala seperti nyeri sendi.
  5. Penyembuhan Luka: Minyak kemiri memiliki sifat antimikroba dan dapat membantu dalam proses penyembuhan luka. Penggunaan topikal minyak kemiri dapat membantu mengurangi risiko infeksi dan mempercepat proses penyembuhan.
  6. Pencernaan: Beberapa budaya menggunakan kemiri dalam pengobatan tradisional untuk membantu masalah pencernaan. Meskipun belum banyak penelitian ilmiah yang mendukung klaim ini, kemiri diyakini dapat membantu pencernaan dalam beberapa budaya.

Meskipun kemiri memiliki manfaat kesehatan, penting untuk diingat bahwa konsumsi dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan masalah kesehatan. Sebelum menggunakan kemiri atau produk yang mengandung kemiri untuk tujuan kesehatan, disarankan untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan untuk memastikan bahwa itu sesuai dengan kondisi kesehatan personal Anda-Anda sekalian ya gaes!

Para Juru Masak

Tiga Bintang Michelin untuk Clare Smyth

Rich result on Google's SERP when searching female chef Clare Smyth
Clare Smyth menyukai kondisi dapur yang tenang agar komunikasi antar kru dapur bisa jalan dengan baik

Jauh sebelum Clare Smyth mendapatkan penghargaan bintang Michelin, Gordon Ramsay sudah bisa menebak jika Clare bakal menjadi juru masak jempolan. Menurutnya, Clare berhak mendapatkan bintang-bintang itu untuk semua kerja kerasnya di dapur. Kisah Clare adalah fenomena di dunia masak-memasak, khususnya di Inggris. Dia mendapat puji-puja sebab sejauh ini dialah satu-satunya juru masak perempuan yang menyandang gelar tersebut.

Tak banyak orang tahu tentang siapa Clare Smyth ini sebelum ia mendapat bangku kosong dari Gordon Ramsey untuk jadi Kepala Juru Masak di restoran yang Ramsey punyai di London. Tiga belas tahun lebih Clare bekerja bersama Ramsey. Tentu saja awalnya saat itu Smyth merasa tidak karuan. Bagaimana tidak, Ramsey adalah seorang legenda dan pamor restorannya sudah dianggap masyarakat Britania sebagai ikon kuliner. Orang lain melihat dengan mata berbinar kagum dan berujar alangkah terhormatnya nasib membawa Clare, sementara dirinya begitu tertekan. Clare ingat betul apa kata-kata Ramsay untuk menyemangatinya agar tidak kendor,

Dulu, Margaret Thatcher masih belia dan dia bisa kok jalankan sebuah negara, sekarang giliranmu!

Menurut Clare, tekanan paling berat yang mesti ia pikul ketika kerja di restoran Ramsey adalah, bahwa dirinya bertanggung jawab penuh menjaga pamor restoran. Bagaimanapun dialah yang pegang stang. Ia mendedikasikan seluruh energinya agar restoran tidak jatuh dan jadi bahan olok-olok. Di sisi lain, dirinya mesti berjuang membuktikan diri bahwa perempuan juga bisa berkarier cemerlang di dapur. Kondisi semacam ini yang menempa diri Clare, hingga ia harus melecut dirinya sendiri berulangkali, bahwa ia bukanlah lagi bocah lugu dari desa yang merantau ke kota besar.

Barangkali Anda melewatkan yang ini : Takdir Dapur Massimo Bottura

Nostalgia Masa Kecil Clare Smyth

Clare lahir dan tumbuh di Bushmills, sebuah wilayah pinggiran County Antrim, Irlandia Utara. Jika kalian mengetikkan kata bushmills pada mesin peramban, maka yang pertama kali keluar adalah produk wiski. Ya, wilayah Bushmills adalah tempat di mana wiski-wiski disuling. Clare tumbuh di sana, di wilayah yang untuk bertahun-tahun kemudian akan ia kenang sebagai wilayah penghasil kentang terbaik. Clare mana mungkin lupa pada menu saban harinya: kentang, mentega, garam dan bubuk merica. Nanti, ketika ia membuka restoran pertamanya di London, Clare memasukkan kentang sebagai menu andalannya!

Ibunda Clare adalah pramusaji di sebuah restoran kecil, sementara ayahnya seorang petani yang kadang menyambi pekerjaan sebagai pelatih kuda. Sejak kecil Clare selalu dibawa ke tempat Ibunya bekerja di mana ia akan berkitar-kitar di dalam dapur restoran. Ia memang akrab dengan bau dapur, namun dorongan kuat untuk intim dengan aneka masakan datang pada Clare ketika ia menginjak usia 16 tahun. Ia memberanikan diri untuk bekerja di sebuah restoran dan mendaftar sebagai tukang cuci piring. Dari situlah anak tangga kariernya ia susun satu demi satu.

Clare memutuskan untuk “merantau” ke negeri jiran sebab di Inggris, ada banyak pilihan sekolahan kuliner yang dapat ia pilih. Ia memang tidak seperti kebanyakan gadis seusianya yang merantau untuk bersekolah menjadi pengacara atau dokter. Clare pada saat itu tahu, bahwa seorang gadis juga berhak memutuskan sendiri cita-citanya kelak mau jadi apa.

Masuk Ring Seperti Petinju, Menghias Makanan Layaknya Picasso

Setelah menyelesaikan kursus kateringnya, Clare memasuki babak di mana ia harus menimba sendiri ilmu pengetahuannya dari lapangan riil. Clare berulangkali berpindah dari dapur restoran satu ke restoran lain, dari hotel satu ke hotel lain. Pernah ia sampai harus menyebrang ke lain benua, Australia, untuk mendedikasikan dirinya pada pekerjaannya di dunia gastronomi. Selama rentang kariernya itulah, ia mendapatkan kesempatan untuk dimentori secara langsung oleh para juru masak kelas wahid. Ia pernah dibimbing oleh Alain Ducasse serta pernah bekerja di bawah arahan Thomas Keller. Ia berterima kasih pada mereka semua dan merangkum apa yang mereka berikan.

Belajar memasak bagi Clare adalah proses kehidupan yang tak ada habisnya. Maka ketika untuk yang kedua kalinya ia diberi kesempatan bekerja di restoran milik Gordon Ramsay, ia menerimanya dengan suka cita. Ia buktikan kecintaanya pada dunia masak-memasak dengan menjaga bintang michelin yang sudah diperoleh restoran tidak turun derajat atau dicabut. Clare dikenal kru dapur sebagai sosok yang keras kepala ketika berbicara soal intregitas serta etos bekerja. Ramsay bahkan kerap memujinya, bahwa Clare kuat tenaganya seperti petinju, sekaligus seperti Picasso ketika menjadikan indah makanan yang ia buat.

Ramsay tidak berlebihan ketika menyanjung Clare Smyth. Perempuan satu ini memang layak dijadikan ratunya dapur[.]

Bapaklopedia

Asal-Usul Creme Brulee

misteri asal usul creme brulee yang jadi perdebatan
inilah Creme Brulee yang asal-usulnya membuat orang jadi senang adu mulut.

Sebagian orang Prancis, Inggris dan Spanyol kadang memperdebatkan bahwa bangsa merekalah yang telah menemukan resep otentik Creme Brulee. Tapi adu mulut itu tak menemukan kata kunci memadai. Bahkan ketika kita asyik menyendokkan ke lidah adonan lembut berlapis karamel di sebuah kafe atau restoran di masa-masa sekarang. Para pengarang dongeng kerap bernasehat, misteri adalah bahan baku penjualan paling bagus. Barangkali justru perdebatan itulah yang mengangkat nama Creme Brulee.

Banyak yang masih memperdebatkan asal-usul pasti crème brûlée, tetapi ada beberapa catatan sejarah yang mungkin terkait dengan munculnya hidangan ini. Beberapa ahli percaya bahwa crème brûlée berasal dari Prancis. Orang-orang cuma bisa menebak, mungkin pada abad pertengahan kudapan manis ini dikenalkan. Namun, versi awalnya mungkin berbeda dengan resep yang kita kenal sekarang. Pada awalnya, mungkin hidangan ini lebih mirip dengan custard yang diberi gula di atasnya, yang kemudian dikaramelisasi dengan panas dari logam besi yang dipanaskan.

Belum ada yang mencatat sejarah kehadiran sajian krim ini, sampai pada sekitaran tahun 1691, nama crème brûlée muncul dalam buku resep karangan Francois Massialot. Dalam buku resep berjudul Cuisinier royal et bourgeois ini Pak Massaliot bahkan menjura pada hidangan yang kini popularitasnya menyamai Black Pink dan Eminem jika kita bicara musik. Tak tanggung-tanggung, ia juga menjabarkan bagaimana creme brulee agar teksturnya prima.

Penganan ini mustilah diberi manis bagian atasnya, dengan menambahkan gula pasir: kami ambil skop dari tungku panas, baranya kami gunakan buat memanggang krim, dari sanalah muncul warna keemasan

Baca juga: Resep Membuat Creme Brulee

Kekhasan Creme Brulee dari Krim lain

Crème brûlée dan Crème Catalana keduanya merupakan makanan penutup yang terkenal dan memiliki akar sejarah yang kaya. Crème brûlée berasal dari Prancis abad ke-17, sementara Crème Catalana berasal dari Catalonia, Spanyol, dan memiliki akar yang lebih kuno.

Perbedaan utama antara keduanya terletak pada beberapa bahan dan proses pembuatannya. Crème brûlée menggunakan krim, kuning telur, gula, dan vanila yang kemudian dipanggang dan ditaburi gula di atasnya yang kemudian dibakar untuk membentuk lapisan karamel renyah di atasnya. Di sisi lain, Crème Catalana menggunakan susu, kuning telur, maizena, kulit jeruk, dan kayu manis, dan kemudian ditaburi gula yang kemudian dibakar hingga membentuk lapisan karamel. Jadi yang khas pada creme brulee adalah penggunaan vanila, selain dari metode karamelisasi dari gula yang ditaburkan di atas krim [.]

Bapaklopedia/ Para Juru Masak

Takdir Dapur Massimo Bottura

Massimo bottura yang begitu menghormati para juru masak mencintai pekerjaan
Gambar sosok Massimo Bottura yang digubah menggunakan alat gambar kecerdasan buatan

Jalan hidup berkelok-kelok, tapi takdir menggeret seorang Massimo Bottura ke dapur. Ia mencintai dapur, sebagaimana ia mencintai puisi dan khidmat mendengarkan nada sengau yang keluar dari tenggorokan Bob Dylan atau Billie Holiday. Saking cintanya pada dunia gastronomi, Massimo pernah menjalani masa-masa suram dengan keluarganya. Nyaris dua tahun ayah Massimo emoh bicara dengan dirinya. Itu menyakitkan, saudara.

Massimo lahir pada 30 September 1962 di Modena. Ibunya seorang profesor sementara ayahnya adalah seorang pengusaha. Terlahir dari keluarga yang secara finansial oke, Massimo dituntut untuk sekolah setinggi-tingginya. Ayah Massimo yang kolot berharap puteranya bisa jadi seorang ahli hukum. Dan di situlah titik persoalannya berkecambah. Massimo muda enggan menuruti apa yang diangankan sang ayah. Ia lebih menuruti hasrat purbanya untuk menjadi seorang juru masak. Jelas dong, agenda makar anaknya ini membuat sang ayah marah besar. Lalu “perang dingin” keduanyapun bergulir sepanjang nyaris dua tahun.

Kebekuan itu terus berlanjut dengan kebulatan tekad Massimo yang semakin membesar untuk menekuni dunia masak-memasak. Sang ibu turun tangan akhirnya, dengan menepuk pundak puteranya, seolah ia hendak bilang: Ikuti saja kata hatimu, Nak! Bapakmu biar aku yang urus.

Karier Massimo Bottura

Salah satu sosok yang dihormati oleh Chef Massimo Bottura adalah neneknya, yang telah memberikan pengaruh besar dalam kehidupannya dan inspirasi dalam bidang kuliner. Dari dia, Bottura belajar tentang pentingnya tradisi kuliner Italia dan warisan budaya yang terkandung dalam setiap resep masakan. Berbekal penghormatan kepada neneknya, Bottura menciptakan kembali hidangan-hidangan klasik dengan sentuhan modern dengan tetap menghormati warisan kuliner Italia. Bottura akan selalu terkenang pada hari-hari menjelang perayaan Natal. Pada momen itulah dia akan duduk meringkuk di bawah meja dapur, menyaksikan nenekda, ibu, dan bibinya menyiapkan beragam masakan khas Italia.

Nostalgia tersebut ia bawa bahkan sampai Massimo berhasil menggotong kariernya sebagai juru masak ke titik tertinggi. Ia dinobatkan sebagai juru masak terbaik di dunia dan restoran Osteria Francescana yang ia dirikan berulangkali mendapatkan bintang michelin. Tapi segala sesuatu tidak pernah instan, bukan?

Massimo Bottura memulai kariernya di dunia kuliner di Trattoria del Campazzo, sebuah restoran kecil yang terletak di luar Modena, Italia. Di sana, dia memperoleh pengalaman berharga yang membantunya membangun dasar-dasar dalam seni memasak. Ia mendapatkan gemblengan awal dari seorang rezdora (dalam bahasa Italia artinya nenek–pen) Lidia Crustoni. Dari Lidia-lah Massimo mendapatkan pondasi keahlian memasak sajian Italia, terkhususnya hidangan Emilia-Romagna.

Waktu membuat segalanya tampak rumit, dan Massimo makin matang. Nama-nama besar dalam dunia perdapuran hadir dalam jalan hidup Massimo dan membuat keahliannya semakin sempurna. Sempat beberapa waktu magang dan dimentori oleh legenda dapur Alain Ducase, Massimo menganggap hal itu adalah sebuah nasib baik. Dari Ducasse ia benar-benar belajar bagaimana teknik memasak hidangan Prancis semestinya dikerjakan. Ia juga banyak menimba ilmu dan berbagi teknik dengan deretan juru masak andal seperti Georges Coigny dan Ferran Adrià.

Memasak adalah Seni

Massimo selalu yakin, bahwa masak-memasak adalah bagian dari seni. Sebagaimana ia menghormati sajak-sajak yang ditulis para penyair, atau lukisan-lukisan bikinan para mestro. Semangat seni itulah yang kerap ia ejawantahkan dalam setiap menu-menu yang ia hidangkan. Massimo Bottura telah menciptakan berbagai hidangan inovatif yang telah mengukir namanya di dunia kuliner. Beberapa contoh hidangan yang terkenal termasuk “Oops! I Dropped the Lemon Tart,” yang merupakan interpretasi kembali dari tart lemon klasik dengan sentuhan kreatif, serta “The Crunchy Part of the Lasagna,” yang mengangkat elemen klasik dari lasagna dalam presentasi yang unik.

Para kritikus makanan seantero jagat memandang keahlian Massimo Bottura dalam mengolah bahan baku sebagai sebuah revolusi. Bottura dianggap pembaharu, yang tak takut mendobrak nilai-nilai konservatif sebuah langgam kebudayaan memasak. Hidangan-hidangan yang ia sajikan selalu punya ambisi untuk menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya bisa terus kita maknai ulang. Termasuk resep masakan. che bello [.]