Bapaklopedia

Sejarah Panjang Roti

Sejarah Roti di Dunia

Sejarah tentang bagaimana roti hadir sudah banyak ditulis oleh para peneliti. Salah seorangnya ialah John Aston, sejarawan Inggris yang buku-bukunya kerap memanen kritikan dari pembaca goodreads lantaran dianggap garing dalam narasi dan satu cemoohan lagi, ia sering melakukan banyak sekali kesalahan tipografi.

Mengesampingkan pendapat para pembacanya yang perfeksionis, lewat buku The History of Bread, kita diajak bersama-sama membangun pintu masa, dan membiarkan diri tersedot jauh ke lubang waktu, di mana bahan adonan dari tepung beragi ini bermula.

Bentuk Awal Adonan Roti

Biasanya, proses pembuatan roti dimulai dengan mencampurkan tepung, air, ragi, gula, garam, dan bahan-bahan lainnya untuk membuat adonan. Setelah itu, adonan diuleni hingga elastis dan dibiarkan mengembang. Kemudian, adonan dipanggang dalam oven hingga matang. Proses ini dapat bervariasi tergantung pada jenis roti yang akan dibuat, seperti roti tawar, roti manis, atau roti beragi. Tapi jangan bayangkan bentuk roti seperti yang ada sekarang.

Roti hadir kali pertama tidak dalam bentuknya yang mlenus-mlenus menggemaskan. Jangan berharap ada isian contohnya krim atau keju atau lelehan cokelat di dalamnya. Kau mungkin kaget dengan fakta penelitian bahwa bentuk awal dari roti berupa lempengan tipis yang keras. Performa semacam itu didapat dari bahan makanan seperti jelai atau jagung yang dihancurkan. Mereka digilas di atas lempengan batu.

Roti Bermula Mesir dan Mesopotamia

Sejarah panjang roti bermula kisaran 30.000 ribu tahun yang lalu. Artefak-artefak kuno sudah merekam kegiatan para perempuan yang hidup di sepanjang aliran sungai Nil. Mereka menumbuk dan menggilas bebijian jagung pada alat semacam lumpang.

Sementara jauh sebelum itu, di wilayah Mesopotamia, tepatnya di kota kuno Mahenjodaro dan Harappa, bekas-bekas sereal bercampur dengan fosil tanaman paku menempel pada lempengan batu.

Barangkali anda suka: Takdir Dapur Massimo Bottura

Temuan-temuan ini membuat para arkeolog maupun sejarawan tertarik untuk menyimpulkan bahwa usia sejarah roti renta sekali. Ketuaannya diperkirakan menyamai kebudayaan awal manusia dalam mengambarkan cap tapak tangan di goa-goa. Ia muncul bersamaan dengan cara bertahan hidup homo sapiens ketika hidup bercocok tanam.

Adapun transformasi bentuk adonan roti maju pelan-pelan bersama dengan peradaban. Di Mesir, proses fermentasi adonan tepung ditemukan bersama dengan mitos akan mukjizat yang diberikan manusia dari para dewa.

Di Mesopotamia kuno, tanaman gandum ditanam secara luas, dan teknik irigasi yang canggih dikembangkan untuk meningkatkan produksi. Proses pembuatan roti pada waktu itu melibatkan penggilingan biji gandum menggunakan batu giling dan penggunaan ragi alami dari lingkungan sekitar untuk fermentasi adonan.

Sementara itu di Mesir kuno, roti menjadi bagian penting dari diet harian, dengan beberapa jenis roti yang dibuat secara khusus untuk upacara keagamaan. Teknik pembuatan roti di Mesir kuno juga melibatkan proses penggilingan gandum menggunakan batu giling, diikuti dengan pengulenan dan pemanggangan adonan. Dikarenakan pada masa-masa itu bangsa-bangsa di dunia sudah mengenal sistem pelayaran dan perdagangan antar benua, maka roti ikut pula menyebar ke belahan dunia yang lain.

No Comments

Leave a Reply