Bapaklopedia

Segalanya Tentang Bawang Putih

Bawang Putih dan Manfaatnya dalam masakan
bawang putih sebagai bahan bumbu aneka masakan sudah digunakan ratusan tahun yang lalu/arsip bapakmemasak.com

Bawang putih sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari peradaban manusia sejak ribuan tahun lalu. Meski asal-usulnya masih diperdebatkan, akan tetapi tanaman ini diyakini berasal dari kawasan Asia Tengah. Bawang putih telah digunakan dalam berbagai praktik tradisional, termasuk pengobatan, ritual keagamaan, serta gastronomi. Di sepanjang sejarah, bawang putih dikenal karena sifatnya yang memiliki banyak manfaat kesehatan, seperti sifat antimikroba dan antioksidan yang kuat. Pernah dengar kan, dulu kalau terjatuh, nenek selalu bilang, ambil bawang putih. Atau jika kita sakit gigi, ibu kita akan ngomel agar segera menggerus bawang sebagai obat penyembuh.

Seiring berjalannya waktu, bawang putih menjadi salah satu bahan dapur yang populer. Ia memainkan peran penting dalam berbagai masakan khas dari beranekaragam cara mengolah hidangan.

Bawang putih mengandung senyawa allicin, yang memiliki sifat antimikroba dan antibakteri yang kuat. Ketika bawang putih dipotong, digilas, dihancurkan, atau dicincang, senyawa allicin ini akan terbentuk. Sifat antimikroba allicin membuat bawang putih efektif dalam membunuh bakteri dan mikroorganisme lainnya yang dapat menyebabkan pembusukan makanan.

Oleh karena itu, bawang putih dapat berfungsi sebagai pengawet alami yang membantu memperpanjang umur simpan makanan.

Pada tahun 2022, beberapa negara terkemuka dalam produksi bawang putih termasuk Tiongkok, India, dan Republik Rakyat Bangladesh. Tiongkok secara khusus dikenal sebagai salah satu produsen utama bawang putih di dunia, dengan sebagian besar produksinya berasal dari provinsi Shandong, Henan, dan Jiangsu.

Produksi bawang putih di negara-negara ini secara signifikan menyumbang pasokan global dan memainkan peran penting dalam perdagangan internasional bawang putih. Selain itu, negara-negara seperti Argentina, Rusia, Indonesia dan Korea Selatan juga merupakan produsen bawang putih yang signifikan secara global.

Nutrisi pada Bawang Putih

Bawang putih mengandung sejumlah zat penting. Meskipun kandungan gizi dapat bervariasi tergantung pada ukuran dan variasi spesifiknya, bawang putih umumnya mengandung beberapa nutrisi penting berikut:

  1. Kalori: Bawang putih mengandung sekitar 149 kalori per 100 gram.
  2. Karbohidrat: Sekitar 33 gram karbohidrat per 100 gram.
  3. Protein: Bawang putih mengandung sekitar 6,4 gram protein per 100 gram.
  4. Serat: Sekitar 2,1 gram serat per 100 gram.
  5. Vitamin C: Mengandung jumlah vitamin C yang signifikan.
  6. Selenium: Sejumlah kecil selenium.
  7. Zat besi: Jumlah zat besi yang signifikan.
  8. Mangan: Jumlah mangan yang cukup berarti.

Selain itu, bawang putih juga mengandung senyawa belerang yang dikenal sebagai allicin, yang diyakini memiliki sifat antimikroba dan antioksidan. Kandungan gizi ini dapat bervariasi tergantung pada cara bawang putih diproses dan disajikan[.]

Bapaklopedia

Sejarah Panjang Roti

Sejarah Roti di Dunia

Sejarah tentang bagaimana roti hadir sudah banyak ditulis oleh para peneliti. Salah seorangnya ialah John Aston, sejarawan Inggris yang buku-bukunya kerap memanen kritikan dari pembaca goodreads lantaran dianggap garing dalam narasi dan satu cemoohan lagi, ia sering melakukan banyak sekali kesalahan tipografi.

Mengesampingkan pendapat para pembacanya yang perfeksionis, lewat buku The History of Bread, kita diajak bersama-sama membangun pintu masa, dan membiarkan diri tersedot jauh ke lubang waktu, di mana bahan adonan dari tepung beragi ini bermula.

Bentuk Awal Adonan Roti

Biasanya, proses pembuatan roti dimulai dengan mencampurkan tepung, air, ragi, gula, garam, dan bahan-bahan lainnya untuk membuat adonan. Setelah itu, adonan diuleni hingga elastis dan dibiarkan mengembang. Kemudian, adonan dipanggang dalam oven hingga matang. Proses ini dapat bervariasi tergantung pada jenis roti yang akan dibuat, seperti roti tawar, roti manis, atau roti beragi. Tapi jangan bayangkan bentuk roti seperti yang ada sekarang.

Roti hadir kali pertama tidak dalam bentuknya yang mlenus-mlenus menggemaskan. Jangan berharap ada isian contohnya krim atau keju atau lelehan cokelat di dalamnya. Kau mungkin kaget dengan fakta penelitian bahwa bentuk awal dari roti berupa lempengan tipis yang keras. Performa semacam itu didapat dari bahan makanan seperti jelai atau jagung yang dihancurkan. Mereka digilas di atas lempengan batu.

Roti Bermula Mesir dan Mesopotamia

Sejarah panjang roti bermula kisaran 30.000 ribu tahun yang lalu. Artefak-artefak kuno sudah merekam kegiatan para perempuan yang hidup di sepanjang aliran sungai Nil. Mereka menumbuk dan menggilas bebijian jagung pada alat semacam lumpang.

Sementara jauh sebelum itu, di wilayah Mesopotamia, tepatnya di kota kuno Mahenjodaro dan Harappa, bekas-bekas sereal bercampur dengan fosil tanaman paku menempel pada lempengan batu.

Barangkali anda suka: Takdir Dapur Massimo Bottura

Temuan-temuan ini membuat para arkeolog maupun sejarawan tertarik untuk menyimpulkan bahwa usia sejarah roti renta sekali. Ketuaannya diperkirakan menyamai kebudayaan awal manusia dalam mengambarkan cap tapak tangan di goa-goa. Ia muncul bersamaan dengan cara bertahan hidup homo sapiens ketika hidup bercocok tanam.

Adapun transformasi bentuk adonan roti maju pelan-pelan bersama dengan peradaban. Di Mesir, proses fermentasi adonan tepung ditemukan bersama dengan mitos akan mukjizat yang diberikan manusia dari para dewa.

Di Mesopotamia kuno, tanaman gandum ditanam secara luas, dan teknik irigasi yang canggih dikembangkan untuk meningkatkan produksi. Proses pembuatan roti pada waktu itu melibatkan penggilingan biji gandum menggunakan batu giling dan penggunaan ragi alami dari lingkungan sekitar untuk fermentasi adonan.

Sementara itu di Mesir kuno, roti menjadi bagian penting dari diet harian, dengan beberapa jenis roti yang dibuat secara khusus untuk upacara keagamaan. Teknik pembuatan roti di Mesir kuno juga melibatkan proses penggilingan gandum menggunakan batu giling, diikuti dengan pengulenan dan pemanggangan adonan. Dikarenakan pada masa-masa itu bangsa-bangsa di dunia sudah mengenal sistem pelayaran dan perdagangan antar benua, maka roti ikut pula menyebar ke belahan dunia yang lain.

Aneka Resep Masakan

Ayam Jahe Kukus untuk Diet Keto

Ayam Kukus Jahe yang paling pas untuk diet Keto adalah bagian paha.
hidangan Ayam Jahe Kukus yang menggugah selera dan menyehatkan

Jika kamu sedang menjalani diet keto, kamu mesti coba resep ayam kukus jahe ini. Membuatnya mudah dan hasilnya mengagumkan. Kita akan dapat enaknya sekaligus sehatnya dengan resep ini. Ibaratnya sekali dayung dua sampai tiga benua terseberangi, haha. Sekali ayunan cangkul dua petak sawah terairi juga bolehlah. Negeri kita kaya akan peribahasa, sayang jika tidak menggunakannya. Sama sayangnya jika kita tidak menggunakan aneka macam bumbu dari beraneka rempah-rempah yang tumbuh dari tanah yang kita pijak ini. Eh tapi ngomong-ngomong, apa sih diet keto? Ya siapa tahu masih ada yang belum paham. Kan repot jadinya aku sudah nulis panjang nanti, tapi ternyata ada yang tidak mudeng apa itu diet keto.

Penjelasan Tentang Diet Keto

Keto dalam frasa “diet keto” merupakan pelafalan ringkas dari kata ketogenik. Masih bingung kan? Oke begini, jadi ketogenik adalah istilah medis terkait dengan pola makan menghindari asupan karbohidrat. Diet atau pola makan ini bertujuan mendesak tubuh manusia agar masuk dalam situasi ketosis. Ketika dalam kondisi ketosis, tubuh tidak mendapatkan energi dari karbohidrat dan ini menyebabkan tubuh akan setengah memaksa memperoleh energi dari pembakaran kalori lemak. Adapun kondisi ketosis sendiri mudah kita dapati pada orang-orang yang sedang menjalankan puasa. Ketika tubuh selama rentang 12 jam lebih tidak mendapatkan asupan kalori, maka tubuh membakar energi dari sumber energi internal berupa lemak. Itu sebabnya, diet ini sering digunakan untuk menurunkan berat badan berlebih atau untuk para penderita diabetes. Sampai di sini sudah beroleh pencerahan, saudara-saudara?

Kiranya untuk merelaksasi ketegangan kita, perlu kiranya kita hadirkan lebih dulu petikan dari jawara sarkasme kita, Mark Twain yang pernah berujar:

Part of the secret of a success in life is to eat what you like and let the food fight it out inside

Mark Twain

(atau kurang lebihnya dalam bahasa Indonesia jadi begini: onderdil rahasia dari kesuksesan hidup ialah kamu makan apa yang kamu sukai dan biarkan ia baku hantam di dalam perutmu).

Mark Twain

Sarkasme Mark Twain mendorongku untuk bereksperimen meracik bahan makanan yang tidak aku sukai yaitu ayam. Sudah ayam, dikukus pula! Tantangannya adalah menjadikan sajian ayam kukus ini jadi melewati lidah dan tenggorokanku dengan lancar. Dan dengan menambahkan bumbu-bumbu ringan ala masakan cina seperti saus tiram, bawang putih dan minyak wijen, serta jahe dan daun adas, ujian kenikmatan ini terlampaui.

Continue Reading…
Aneka Resep Masakan

Resep Tongseng Daging Kambing

Resep Membuat Tongseng dari Daging Kambing
Tongseng Kambing (bapakmemasak.com)

Jika kamu sedang mencari resep Tongseng dari bahan daging kambing yang mudah dan enak, hasilnya empuk dan dagingnya tidak berbau prengus maka kalian mesti simak artikel kali ini. Pelajari cara membuatnya dalam waktu kurang dari 50 menit dan kamu bisa jadikan resep ini sebagai bagian dari variasi rotasi menu makan malam atau makan siangmu yang itu-itu saja.

Sembari mencatat bahan-bahan apa saja yang dibutuhkan, kamu bisa juga menggali lebih jauh tentang asal-usul sajian Tongseng. Arif Fitra Kurniawan sudah menuliskan sejarah bagaimana masakan dengan bumbu rempah-rempah melimpah ini diberi nama Tongseng. Memang bukan keharusan, tapi tahu seluk-beluk sesuatu yang akan kita olah adalah nilai plus.

Bahan-Bahan Tongseng

Untuk membuat Tongseng berbahan daging Kambing, kita membutuhkan bahan-bahan sebagai berikut:

Continue Reading…
Aneka Resep Masakan

Tongseng Kambing: Sejarah dan Citarasa

Penyajian Tongseng yang kaya akan Citarasa
Sepiring Tongseng Kaya Citarasa (dokumentasi bapakmemasak.com)

Membicarakan Tongseng kambing adalah mendengungkan ulang kisah masa lalu. Dari sana kita akan mendengar sejarah bagaimana para saudagar Arab berabad-abad lampau bekerja keras mencari cara agar lidah mereka bisa menikmati sajian daging kambing tanpa menanggalkan citarasa yang menempeli kampung halaman imajiner nun jauh di seberang samudera sana.

Tak peduli tujuan tersirat mereka apakah menegakkan panji-panji syiar agama ilahi atau memperluas sayap kongsi dagang. Bisa juga sekadar beradu untung mengubah nasib dengan menjadi pemandu sekalian penerjemah bagi beberapa kalangan mampu bumiputera yang berminat ke Mekkah guna menunaikan rukun Islam Haji.

Latar belakang memang bisa digoyang. Baik ke kanan atau ke kiri, ke depan atau ke belakang. Tapi yang jelas perut berkeriuk kosong tetaplah perut yang kosong. Rasa lapar tak ubahnya penarik pajak yang mengirim kertas tagihan akan kebutuhan utamanya dan hal ini haruslah diselesaikan secara paripurna sebelum hal-hal buruk menguntit bayang-bayang tubuh jangkung mereka.

Koloni Orang-Orang Arab di Jawa

Untuk memfokuskan diri pada penemuan citarasa yang melumuri sepinggan Tongseng daging kambing dengan rempah melimpah ruah ini, perlu kiranya kita tiriskan lebih dahulu perdebatan kapan dan bagaimana para perantau dari Arab ini sampai ke Indonesia. Tulisan ini jelas menghindari adu mulut dan masuk ke ring tinju. Kita akan menyingkirkan kapankah masa paling tepat sejatinya mereka berbondong-bondong tiba di bumi pertiwi. Apakah sejak abad ke 19 masehi ataukah mereka sudah sampai nusantara pada pertengahan abad tujuh. Atau jangan-jangan justru lebih gasik dari semua temuan teori yang pernah mengemuka ihwal kedatangan mereka.

Continue Reading…