Para Juru Masak

Tiga Bintang Michelin untuk Clare Smyth

Rich result on Google's SERP when searching female chef Clare Smyth
Clare Smyth menyukai kondisi dapur yang tenang agar komunikasi antar kru dapur bisa jalan dengan baik

Jauh sebelum Clare Smyth mendapatkan penghargaan bintang Michelin, Gordon Ramsay sudah bisa menebak jika Clare bakal menjadi juru masak jempolan. Menurutnya, Clare berhak mendapatkan bintang-bintang itu untuk semua kerja kerasnya di dapur. Kisah Clare adalah fenomena di dunia masak-memasak, khususnya di Inggris. Dia mendapat puji-puja sebab sejauh ini dialah satu-satunya juru masak perempuan yang menyandang gelar tersebut.

Tak banyak orang tahu tentang siapa Clare Smyth ini sebelum ia mendapat bangku kosong dari Gordon Ramsey untuk jadi Kepala Juru Masak di restoran yang Ramsey punyai di London. Tiga belas tahun lebih Clare bekerja bersama Ramsey. Tentu saja awalnya saat itu Smyth merasa tidak karuan. Bagaimana tidak, Ramsey adalah seorang legenda dan pamor restorannya sudah dianggap masyarakat Britania sebagai ikon kuliner. Orang lain melihat dengan mata berbinar kagum dan berujar alangkah terhormatnya nasib membawa Clare, sementara dirinya begitu tertekan. Clare ingat betul apa kata-kata Ramsay untuk menyemangatinya agar tidak kendor,

Dulu, Margaret Thatcher masih belia dan dia bisa kok jalankan sebuah negara, sekarang giliranmu!

Menurut Clare, tekanan paling berat yang mesti ia pikul ketika kerja di restoran Ramsey adalah, bahwa dirinya bertanggung jawab penuh menjaga pamor restoran. Bagaimanapun dialah yang pegang stang. Ia mendedikasikan seluruh energinya agar restoran tidak jatuh dan jadi bahan olok-olok. Di sisi lain, dirinya mesti berjuang membuktikan diri bahwa perempuan juga bisa berkarier cemerlang di dapur. Kondisi semacam ini yang menempa diri Clare, hingga ia harus melecut dirinya sendiri berulangkali, bahwa ia bukanlah lagi bocah lugu dari desa yang merantau ke kota besar.

Barangkali Anda melewatkan yang ini : Takdir Dapur Massimo Bottura

Nostalgia Masa Kecil Clare Smyth

Clare lahir dan tumbuh di Bushmills, sebuah wilayah pinggiran County Antrim, Irlandia Utara. Jika kalian mengetikkan kata bushmills pada mesin peramban, maka yang pertama kali keluar adalah produk wiski. Ya, wilayah Bushmills adalah tempat di mana wiski-wiski disuling. Clare tumbuh di sana, di wilayah yang untuk bertahun-tahun kemudian akan ia kenang sebagai wilayah penghasil kentang terbaik. Clare mana mungkin lupa pada menu saban harinya: kentang, mentega, garam dan bubuk merica. Nanti, ketika ia membuka restoran pertamanya di London, Clare memasukkan kentang sebagai menu andalannya!

Ibunda Clare adalah pramusaji di sebuah restoran kecil, sementara ayahnya seorang petani yang kadang menyambi pekerjaan sebagai pelatih kuda. Sejak kecil Clare selalu dibawa ke tempat Ibunya bekerja di mana ia akan berkitar-kitar di dalam dapur restoran. Ia memang akrab dengan bau dapur, namun dorongan kuat untuk intim dengan aneka masakan datang pada Clare ketika ia menginjak usia 16 tahun. Ia memberanikan diri untuk bekerja di sebuah restoran dan mendaftar sebagai tukang cuci piring. Dari situlah anak tangga kariernya ia susun satu demi satu.

Clare memutuskan untuk “merantau” ke negeri jiran sebab di Inggris, ada banyak pilihan sekolahan kuliner yang dapat ia pilih. Ia memang tidak seperti kebanyakan gadis seusianya yang merantau untuk bersekolah menjadi pengacara atau dokter. Clare pada saat itu tahu, bahwa seorang gadis juga berhak memutuskan sendiri cita-citanya kelak mau jadi apa.

Masuk Ring Seperti Petinju, Menghias Makanan Layaknya Picasso

Setelah menyelesaikan kursus kateringnya, Clare memasuki babak di mana ia harus menimba sendiri ilmu pengetahuannya dari lapangan riil. Clare berulangkali berpindah dari dapur restoran satu ke restoran lain, dari hotel satu ke hotel lain. Pernah ia sampai harus menyebrang ke lain benua, Australia, untuk mendedikasikan dirinya pada pekerjaannya di dunia gastronomi. Selama rentang kariernya itulah, ia mendapatkan kesempatan untuk dimentori secara langsung oleh para juru masak kelas wahid. Ia pernah dibimbing oleh Alain Ducasse serta pernah bekerja di bawah arahan Thomas Keller. Ia berterima kasih pada mereka semua dan merangkum apa yang mereka berikan.

Belajar memasak bagi Clare adalah proses kehidupan yang tak ada habisnya. Maka ketika untuk yang kedua kalinya ia diberi kesempatan bekerja di restoran milik Gordon Ramsay, ia menerimanya dengan suka cita. Ia buktikan kecintaanya pada dunia masak-memasak dengan menjaga bintang michelin yang sudah diperoleh restoran tidak turun derajat atau dicabut. Clare dikenal kru dapur sebagai sosok yang keras kepala ketika berbicara soal intregitas serta etos bekerja. Ramsay bahkan kerap memujinya, bahwa Clare kuat tenaganya seperti petinju, sekaligus seperti Picasso ketika menjadikan indah makanan yang ia buat.

Ramsay tidak berlebihan ketika menyanjung Clare Smyth. Perempuan satu ini memang layak dijadikan ratunya dapur[.]

No Comments

Leave a Reply